Sabtu, 06 Februari 2016

Jangan dipersulit, ini adalah mas kawin(mahar) yang di anjurkan Islam

Mas kawin atau mahar merupakan pemberian pria kepada wanita yang akan dinikahinya. Bentuknya bisa berupa harta atau bentuk lainnya sebagai salah satu syarat dalam pernikahan.

Mas kawin menjadi sebuah simbol penghormatan kepada istri dan keluarganya. Dalam budaya tertentu, orangtua  ikut serta dalam menetapkan jumlah mas kawin yang dianggap sesuai untuk putrinya. Tidak jarang jumlah yang diinginkan membuat pria kesulitan untuk menyanggupi.

Bahkan terkadang, sebuah pernikahan bisa batal karena ketidaksanggupan pria untuk memenuhi mas kawin yang ditetapkan. Sebanarnya bagaimana Islam mengatur tentang ini? Dan apa mas kawin yang dianjurkan dalam Islam?

Mas kawin merupakan hal penting sebagai salah satu syarat sahnya sebuah pernikahan. Karena begitu pentingnya, aturan ini dijelaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 4.

“Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya” (QS. An-Nisa: 4)

Allah SWT memerintahkan agar calon suami mempersiapkan mas kawin dengan kadar yang pantas. Hal ini dijelaskan dalam Q.S. al-Nisa’: 25 yang artinya:

“Kawinilah mereka dengan seijin keluarga mereka dan berikanlah mas kawin mereka sesuai dengan kadar yang pantas, karena mereka adalah perempuan-perempuan yang memelihara diri.” (Q.S. al-Nisa’: 25). 

Dari kedua ayat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa mahar yang diberikan kepada wanita haruslah diberikan dengan penuh kerelaan, sesuatu yang berharga dan kadarnya pantas.

Meski dengan hak yang diberikan tersebut, wanita dan keluarganya harus menyesuaikan dengan kemampuan calon suami.  Dalam ajaran Islam, wanita diperintahkan agar  meminta mahar yang bisa memudahkan dalam proses akad nikah.

Rasulullah SAW dalam sebuah hadist menjelaskan bahwa wanita yang paling ringan ringan mas kawinnya, adalah wanita yang mendapat  banyak berkah dari Allah.

Rasulullah saw bersabda: “Wanita yang paling banyak berkahnya adalah yang paling ringan mas kawinnya” (HR. Hakim dan Baihaki).

Pada dasarnya, pria pasti ingin memberikan mas kawin yang terbaik untuk wanita yang akan menjadi istrinya. Namun jika kondisi ekonomi tidak mendukung, wanita diperintahkan untuk tidak memaksakan diri terhadap keinginannya terhadap mas kawin ini. Bahkan jika pria tidak memiliki biaya untuk membayar mahar, maka maka ia boleh membayar mahar dengan mengajarkan ayat Al-Qur’an yang dihafalnya.

“Seandainya seseorang tidak memiliki sesuatu untuk membayar mahar, maka ia boleh membayar mahar dengan mengajarkan ayat Al-Qur’an yang dihafalnya. (HR. Bukhari & Muslim)

sumber : ceritaislamnews

‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallaahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling mudah.’” (HR. Abu Daud)

Namun berbeda  jika kondisi calon suami mendukung, pastinya mereka tidak akan keberatan dengan apapun mas kawin yang diajukan wanitanya.  Sehingga wanita dan keluarganya bisa menetapkan mas kawin yang diinginkan.

Sementara itu Rasulullah sendiri memberi mas kawin kepada istri-istrinya berupa Uqiyah yang nilainya setara lima ratus dirham.

Dari Siti Aisyah ketika ditanya, berapa mas kawin Rasulullah saw? Siti Aisyah menjawab: “Mas kawin Rasulullah saw kepada isteri-isterinya adalah dua belas setengah Uqiyah (nasya’ adalah setengah Uqiyah) yang sama dengan lima ratus dirham. Itulah mas kawin Rasulullah saw kepada isteri-isterinya” (HR. Muslim).

Jumat, 20 November 2015

10 Fadilah dan Keutamaan sholat subuh


Selamat Datang Sahabat Blog RB yang tercinta.
Mungkin sebagian sahabat sudah mengetahui jika shalat subuh berjamaah adalah salah satu shalat yang difardukan dari 5 shalat fardhu. Shalat subuh memiliki kelebihan dan keistimewaan tersendiri daripada shalat lainnya karena dalam pelaksanaannya kita harus melalui cobaan dan rintangan yang sangat berat yaitu dengan melawan rasa kantuk, meninggalkan selimut dan tempat tidur yang hangat hanya demi memenuhi panggilan shalat " Asshalatu khairumminannaum" yang artinya shalat lebih baik daripada tidur. Untuk itu, tak berlebihan dan wajar saja jika shalat subuh berjamaah yang hanya dikerjakan sebanyak dua rakaat lebih utama dari shalat fardu yang lain.

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al-Isra’: 78)


Lalu, apa sajakah fadhilat dan keutamaan shalat subuh ?
1.  Mendapatkan Jaminan dari Allah.
Dalam kehidupan di dunia ini, jika segala keperluan kita telah dijamin oleh seorang camat atau bupati atau gubernur sudah pasti kita akan bahagia, senang, nyaman dan aman. Lalu bagaimana jika seandainya Allah sendiri yang menjamin kita??? sedangkan kita tahu jika Allah adalah pemilik alam semesta, Rabb yang maha Agung, Maha perkasa, Maha kaya, Maha pengasih segala sifat agung lainnya.

Nabi Muhammad SAW bersabda :
"Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam"(H.R. Muslim.no.163)

2. Disaksikan oleh para malaikat.
Kesaksian dari para malaikat tentu lebih utama daripada kesaksian manusia.Orang yang melaksanakan shalat subuh berjamaah akan disaksikan oleh para malaikat yang bertugas pada malam hari dan juga disaksikan oleh para malaikat yang bertugas disiang hari. karena pada waktu subuh adalah waktu pergantian tugas malaikat yang telah bertugas dimalam hari akan naik kelangit dan malaikat yang bertugas disiang hari akan turun kebumi.

Rasulullah SAW bersabda :
"Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu sholat Subuh dan Ashar. Setelah itu, malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit, lalu Allah bertanya kepada mereka – dan Dia lebih tahu tentang mereka-, 'Bagaimana kalian tinggalkan hamba hamba Ku?' Mereka menjawab, 'Kami meninggalkan mereka dalam keadaan sholat, dan kami datang kepada mereka ketika mereka sholat'” (HR Bukhari)"

3. Terhindar dari sifat munafik.
Nabi Muhammad SAW bersabda :
"Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651).

4. Dinilai telah shalat sepanjang malam.
Nabi Muhammad SAW bersabda :
"Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

5. Mendapat kelapangan rezeki
Diceritakan bahwa suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. begitu selesai beliau pun kembali ke rumah dan mendapati putrinya Fathimah ra sedang tidur. Kemudian beliau pun membalikkan tubuh Fatimah dengan kaki beliau, kemudian mengatakan kepadanya, “Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rezeki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rezeki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”(H.R. Baihaqi).
bukankah ada pepatah yang mengatakan jika kita bangun kesiangan (karena tidak shalat subuh) maka rezeki akan dipatuk ayam?

6. Sebagai kunci kemenangan
diceritakan bahwa" Rasulullah SAW jika hendak menyerbu suatu kaum, beliau akan menundanya hingga tiba waktu subuh" (H.R.Bukhari)

7. Lebih baik dari dunia dan seisinya.
Nabi SAW besabda :
“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim 725).
Jika Shalat sunnah subuh saja dinilai lebih baik daripada dunia dan seisinya, lalu bagaimanakah dengan shalat subuh itu sendiri yang dikerjakan secara berjamaah?

8. Sebagai penyelamat dari neraka
Sabda Nabi SAW :
“Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya,” (H.R. Muslim)

9. Salah satu penyebab masuk surga.
مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّة
Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)

10. Akan mendapatkan kesehatan jasmani dan rohani
Orang yang mengerjakan shalat subuh sudah pasti akan menjadi sehat. karena harus bangun pagi sedangkan udara pagi sangat bagus untuk paru-paru kita, selain itu kita harus mandi paling tidak berwudhu sebelum melaksanakan shalat subuh sedangkan berwudhu atau menyapukan air ketubuh akan sangat bermanfaat bagi tubuh dan kesehatan kita.

sumber: rezeki-berkah.blogspot.co.id

Rabu, 18 November 2015

Takut Menikah Karena Miskin? Pertanyakan Keimananmu!

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Maha Luas pemberianNya lagi Maha Mengetahui
Begitulah janji Allah dalam QS An Nuur ayat 32, janganlah takut menikah karena miskin, karena Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka yang menikah untuk menjaga dirinya.  Boleh jadi Allah mencukupinya dengan memberi sifat qona’ah (selalu merasa cukup) dan boleh jadi pula Allah mengumpulkan dua rizki sekaligus.
Imam Al Qurtubi rahimahullah mengatakan, ayat tersebut mengandung makna, bahwa jangan biarkan kemiskinan seorang laki laki dan seorang wanita menjadi sebuah alasan untuk tidak menikah semata semata meperoleh ridha Allah dan mencari tempat perlindungan dari ketidak patuhan padaNya, Allah akan memampukannya dan Allah akan mengkayakannya. Ayat itu merupakan bukti bahwa menikah itu tidak pandang bulu. Anda diperbolehkan menikahi orang miskin. Karena itulah, tidak seharusnya anda berkata, “Bagaimana aku akan menikah jika aku tidak punya uang?” atau berkata, “Susah sekali jika aku menikahi orang miskin, jangan jangan aku akan menjadi semakin miskin?” jangan pernah berkata dan berfikiran seperti itu. Mengapa? Sebab rizki telah dijanjikan oleh Allah, dan makanan pun telah dijamin oleh Allah.
Ath Thohawi rahimahullah dalam matan kitab aqidahnya berkata, “Allah itu Maha Pemberi Rizki dan sama sekali tidak terbebani.” Seandainya semua makhluk meminta pada Allah, Dia akan memberikan pada mereka dan itu sama sekali tidak akan mengurangi kerajaan-Nya sedikit pun juga.
Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah berkata, “Allah sungguh Maha Kaya. Allah yang memegang setiap rizki yang tak terhingga, yakni melebihi apa yang diketahui setiap makhluk-Nya.” (Fathul Bari, 13: 395)
Merujuk pada pemaparan pemaparan tersebut, maka tidak sepantasnya kita takut menikah hanya karena kita miskin, justru saat miskin itulah kita harus berani menikah dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah.
Allah Ta’ala berfirman dalam surat ali Imran ayat 159, yang artinya
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
Menikahlah karena Allah, niscaya Allah menjamin kehidupan kita. Lihatlah betapa Rasulullah menunjukan kepada kita bahwa kemiskinan bukanlah penghalang untuk menikah. Buktinya ? beliau berani menikahkan seorang perempuan yang datang kepada beliau dengan seorang lelaki miskin yang tidak mempunyai apa apa selain pakaian yang melekat di tubuhnya.
Hal ini penting untuk ditekankan, lantaran kebanyakan faktor orang takut menikah adalah karena mereka miskin, sehingga jika menikah takut akan semakin susah atau tidak terpenuhi kebutuhan mereka berdua. Padahal, justru dengan menikah, Dia akan mengayakan dan memampukan kita.
Coba pahami dan resapi perkataan sahabat Nabi di bawah ini, jika kalian masih saja takut miskin karena menikah, maka pertanyakan keimananmu!
Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu’anhu berkata,
“Patuhilah Allah dalam apa apa yang Dia telah perintahkan padamu untuk menikah. Dia akan memenuhi janjiNya untuk membuatmu kaya.”
Umar bin Khaththab radhiyallahu’anhu berkata,
“Carilah kekayaan lewat pernikahan ! aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih aneh daripada seorang laki laki yang tidak mencari kekayaan lewat pernikahan. Padahal Allah telah menjanjikan “…Jika mereka miskin, maka Allah akan mengumpulkan mereka dengan karuniaNya”
Abdullah bin Mas’ud berkata,
“Carilah kaya (hidup berkecukupan) dengan menikah.”
Jadi, wahai hamba Allah! Apakah sekarang masih ada lagi yang menghalangi kalian untuk menikah? Apakah janji Allah ini tidak cukup bagi kalian? atau kalian lebih percaya ketakutan yang dijanjikan oleh syaithan daripada apa yang telah dijanjikan oleh Allah Ta’ala dalam kitabNya yang Mulia? Maka jika kalian beriman, jadilah hamba Allah yang berserah diri kepadaNya dan menikahlah!

sumber : pijar.net

Minggu, 08 November 2015

Bahagiakan kalian

Terima kasih untuk kebahagiaan yg luar biasa, yg selalu kalian hadirkan setiap harinya dalam hidupku

Senin, 10 Agustus 2015

Kuserahkan Putriku padamu ( Renungan untuk para suami')

Saat pertama kali putri kecil kami terlahir di dunia, dia menjadi simbol kebahagiaan bagi kami, orang tuanya. Bahagia yang tiada tara kami rasakan karenanya. Kami menjaganya siang dan malam, sampai kami melupakan keadaan diri sendiri. Kami sadar, memang seharusnyalah seperti itu kewajiban orang tua. Kami besarkan dia dengan segenap jiwa dan raga. Kami didik dengan semaksimal ilmu yang kami punya. Dan kami jaga dia dengan penuh kehati-hatian.

Dan waktupun berlalu... Dia kini telah menjadi sesosok gadis yang cantik. Betapa bangga kami memilikinya. Kami berpikir, betapa cepat waktu berlalu, dan terbersit dalam hati kami untuk tetap menahannnya disini. Bukan bermaksud meletakkan ego kami atas hidupnya, Namun sebagai orang tua, siapa yang dapat berpisah dari anaknya. Putri kesayangannnya. Tapi,... Hari ini, akhirnya datang juga. Saat dimana kami harus melihatnya terbalut dalam pakaian cantik, yaitu gaun pengantinnya. Gadis kecil kami telah tumbuh dewasa. Dan sesudah ijab kabul ini, kau lah kini yang menjadi penjaganya. Menggantikan kami. Mari ikatkan tanganmu kepadanya. Waktu akhirnya memaksa kami berpisah dengannya. Walaupun kau adalah orang yang asing dan baru sebentar dikenalnya, sedangkan kami adalah orang tuanya yang telah mengorbankan semua yang kami punya untuknya. Namun, tak ada sama sekali kemarahan kami atas dirimu, menantuku.


Namun ijinkan kami sedikit meluapkan kesedihan atas seorang putri kami yang harus jauh meninggalkan kami, karena harus mengikutimu. Kami pun tak akan protes kepadamu, karena mulai hari ini, dia harus mengutamakan kau diatas kami. Tolong, jangan beratkan hatinya, karena sebenarnya pun hatinya telah berat untuk meninggalkan kami dan hanya mengabdi kepadamu. Seperti hal nya anak yang ingin berbakti kepada orang tua, pun demikian dengannya. Kami tidak keberatan apabila harus sendiri, tanpa ada gadis kecil kami dulu yang selalu menemani dan menolong kami dimasa tua.

Kami menikahkanmu dengan anak gadis kami dan memberikan kepadamu dengan cuma- cuma, kami hanya memohon untuk dia selalu kau jaga dan kau bahagiakan. Jangan sakiti hatinya, karena hal itu berarti pula akan menyakiti kami. Dia kami besarkan dengan segenap jiwa raga, untuk menjadi penopang harapan kami dimasa depan, untuk mengangkat kehormatan dan derajat kami. Namun kini kami harus menitipkannya kepadamu. Kami tidaklah keberatan, karena berarti terjagalah kehormatan putri kami. Jika kau tak berkenan atas kekurangannya, ingatkanlah dia dengan cara yang baik, mohon jangan sakiti dia, sekali lagi, jangan sakiti dia. Suatu saat dia menangis karena merasa kasihan dengan kami yang mulai menua, namun harus sendiri berdua disini, tanpa ada kehadirannya lagi. Tahukah engkau wahai menantuku, bahwa kau pun memiliki orang tua, pun dengan istrimu ini. Disaat kau perintahkan dia untuk menemani orang tuamu disana, pernahkah kau berpikir betapa luasnya hati istrimu? Dia mengorbankan egonya sendiri untuk tetap berada disamping orang tuamu, menjaga dan merawat mereka, sedang kami tahu betapa sedih dia karena dengan itu berarti orang tuanya sendiri, harus sendiri. Sama sekali tiada keluh kesah darinya tentang semua itu, karena semua adalah untuk menepati kewajibannya kepada Allah.

Dia mementingkan dirimu dan hanya bisa mengirim doa kepada kami dari jauh. Jujur, sedih hati kami saat jauh darinya. Namun apalah daya kami, memang sudah masa seharusnya seperti itu, kau lebih berhak atasnya dari pada kami, orang tuanya sendiri. Maka hargailah dia yang telah dengan rela mengabdi kepadamu. Maka hiburlah dia yang telah membuat keputusan yang sedemikian sulit. Maka sayangilah dia atas semua pengorbanannya yang hanya demi dirimu. Begitulah cantiknya putri kami, Semoga kau mengetahui betapa berharganya istrimu itu, jika kau menyadari.

Keramas tiap hari tidak baik untuk kesehatan (Life.Marshall)

Keramas memang hal yang harus dilakukan saat kita mandi, dengan keramas kulit rambut dan rambut pun menjadi segar dan pikiran pun menjadi jernih. Namun, yang harus diperhatikan adalah dosis keramas rambut. Keramas rambut setiap hari ternyata tidak baik untuk kesehatan.

Memang, jika kita merasa rambut kotor, hal yang perlu dilakukan adalah mencuci rambut setiap hari dengan sampo setiap hari agar kembali bersih. Hal tersebut mungkin terjadi di kalangan kita, padahal keramas setiap hari akan berdampak tidak baik untuk rambut itu sendiri.

Keramas setiap hari tidak baik untuk kesehatan

Keramas setiap hari tidak baik untuk kesehatan
keramas

Rambut yang setiap hari dikeramas dengan sampo akan membuat warna rambut memudar. Hal tersebut terjadi lantaran rambut memiliki kutikula, sedangkan jika kita mencuci rambut setiap mandi, maka kutikula akan terbuka. Kutikula rambut inilah yang akan menjaga warna rambut. Setiap kali keramas , kutikula membuka dan akan kehilangan berkali-kali lipat warna rambut.

Dan yang paling parah, apabila Anda membersihkan rambut ditambah dengan pengering rambut atau sering mencatoknya, hal tersebut justru semakin mempercepat kerusakan rambut karena efek panas yang dihasilkan oleh alat-alat pengering tersebut.

Selain warna rambut akan memudar, dengan mencuci rambut setiap hari, minyak alami yang terdapat di rambut dari kulit kepala semakin lama akan terkikis. Padahal fungsi minyak ini sangat penting, minyak tersebut berfungsi untuk membuat rambut terlihat sehat dan berkilau. Agar tidak cepat terkikis, berikanlah jarak waktu untuk minyak agar berkesempatan untuk melapisi kutikula sehingga rambut Anda dapat lebih sehat dan tentunya dapat hitam berkilau.

Sementara itu, residu pada satu sachet sampo yang mengendap di rambut juga menimbulkan permasalah bagi beberapa orang. Dan yang harus diingat adalah, apabila kita mencuci rambut setiap hari yang terjadi adalah pemborosan uang. Setiap hari kita harus membutuhkan uang lebih hanya untuk membeli sampo dan kondisioner.

Nah dari artikel diatas mengenai Keramas setiap hari tidak baik untuk kesehatan mungkin anda bisa mongontrok kegiatan kremas dalam hari hari anda, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda.

JANGAN TERIMA LAMARAN PRIA PEROKOK !


Sebagaimana lelaki disarankan untuk memilih calon istri yang solihah, wanita juga disarankan untuk memilih calon suami yang solih. Karena predikat ini menyangkut kebahagiaannya di masa mendatang, selama dia mengarungi bahtera rumah tangga.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan, orang yang asal-asalan dalam memilih jodoh, adalah orang yang celaka.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Umumnya wanita itu dinikahi karena 4 pertimbangan: hartanya, nasabnya, parasnya, dan agamanya. Pilihlah yang memiliki agama, jika tidak kamu celaka.” (HR. Bukhari 5090, Muslim 3708, dan yang lainnya).
Kalimat dalam hadis: ‘Taribat yadaka’ yang jika diterjemahkan tekstual berarti, ‘Kamu melumuri tanganmu dengan tanah’ artinya kamu akan terhina, sengsara.
Ada pelajaran menarik yang disampaikan an-Nawawi ketika menjelaskan hadis ini,
وفي هذا الحديث الحث على مصاحبة أهل الدين في كل شيء لأن صاحبهم يستفيد من أخلاقهم وبركتهم وحسن طرائقهم ويأمن المفسدة من جهتهم
Dalam hadis ini, terdapat anjuran untuk memilih teman hidup yang agamanya baik dan semua perilakunya. Karena yang menjadi pendampingnya akan mendapatkan manfaat dari akhlaknya yang baik, keberkahannya, dan perilakunya yang indah. Serta minimal, dia bisa merasa aman dari kerusakan yang ditimbulkan temannya. (Syarh Shahih Muslim, 10/52)
Ketika anda menikah, berapa lama anda akan bersama pasangan anda?
Tentu semua berharap, pernikahan ini langgeng sampai akhir hayat. Sehingga suami, maupun istri diharapkan bisa menjadi teman hidup abadi di dunia.
Apa yang bisa anda bayangkan, ketika selama perjalanan yang tanpa batas itu, anda ditemani manusia yang sangat tidak anda sukai karakternya? Memiliki kebiasaan yang sangat mengganggu diri anda.
Membuat polusi rumah anda..
Posisi anda menjadi korban perokok pasif…
Belum lagi anak anda yang sangat mungkin jadi korban sejak bayi…
Bajunya, bau tembakau
Mulutnya, bau nikotin
Nafasnya, bau arap rokok…
Di mana istri akan bisa mendapatkan kenyamanan jika ditemani lelaki semacam ini?
Dan seperti yang anda sampaikan, wanita mana yang suka dengan pasangan perokok..
Setidaknya, apa yang dinyatakan Imam an-Nawawi di bagian akhir, tidak terpenuhi, “merasa aman dari kerusakan yang ditimbulkan temannya.
Padahal rokok semua isinya merusak!
Tapi istri dipaksa untuk toleran dengan segala dampak buruk rokok suami.
Ketika dilarang, dia marah… lebih membela rokok dari pada keluarganya.
Perokok hanya bisa dimengerti dan tidak pernah mau mengerti…
Kecuali jika istri suka latihan tahan nafas ketika bersama suaminya.
Kami tidak membahas dari sudut pandang hukum rokok. Karena tidak ada perokok yang bersedia ketika disebut bahwa rokok itu haram. Pecandu yang haram, dia orang fasik. Dan tidak selayaknya, seorang muslimah memiliki suami yang fasik. Allahu a’lam… (konsultasisyariah)

sumber: akhwatindonesia.com

ADIDAS BARCELONA CITY SERIES 2020

 ADIDAS BARCELONA CITY SERIES 2020 Seri Kota adidas pertama kali diluncurkan pada tahun 70-an dan 80-an dan kota-kota bersejarah di seluruh ...