Sabtu, 25 September 2010

Habib Salim bin Jindan (Manakib)

Ulama dan Pejuang Kemerdekaan

Ulama Jakarta ini menguasai beberapa ilmu agama. Banyak ulama dan habaib berguru kepadanya. Koleksi kitabnya berjumlah ratusan. Ia juga pejuang kemerdekaan.

Pada periode 1940-1960, di Jakarta ada tiga habaib yang seiring sejalan dalam berdakwah. Mereka itu: Habib Ali bin Abdurahman Alhabsyi (Kwitang), Ali bin Husein Alatas (Bungur) dan Habib Salim bin Jindan (Otista). Hampir semua habaib dan ulama di Jakarta berguru kepada mereka, terutama kepada Habib Salim bin Jindan – yang memiliki koleksi sekitar 15.000 kitab, termasuk kitab yang langka. Sementara Habib Salim sendiri menulis sekitar 100 kitab, antara lain tentang hadits dan tarikh, termasuk yang belum dicetak.
Lahir di Surabaya pada 18 Rajab 1324 (7 September 1906) dan wafat di Jakarta pada 16 Rabiulawal 1389 (1 Juni 1969), nama lengkapnya Habib Salim bin Ahmad bin Husain bin Saleh bin Abdullah bin Umar bin Abdullah bin Jindan. Seperti lazimnya para ulama, sejak kecil ia juga mendapat pendidikan agama dari ayahandanya.
Menginjak usia remaja ia memperdalam agama kepada Habib Abdullah bin Muhsin Alatas (Habib Empang, Bogor), Habib Muhammad bin Ahmad Al-Muhdhar (Bondowoso), Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi (Surabaya), Habib Abubakar bin Muhammad Assegaf (Gresik), K.H. Cholil bin Abdul Muthalib (Kiai Cholil Bangkalan), dan Habib Alwi bin Abdullah Syahab di Tarim, Hadramaut.
Selain itu ia juga berguru kepada Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfagih, seorang ahli hadits dan fuqaha, yang sat itu juga memimpin Madrasah Al-Khairiyah di Surabaya. Bukan hanya itu, ia juga rajin menghadiri beberapa majelis taklim yang digelar oleh para ulama besar. Kalau dihitung, sudah ratusan ulama besar yang ia kunjungi.
Dari perjalanan taklimnya itu, akhirnya Habib Salim mampu menguasai berbagai ilmu agama, terutama hadits, tarikh dan nasab. Ia juga hafal sejumlah kitab hadits. Berkat penguasaannya terhadap ilmu hadits ia mendapat gelar sebagai muhaddist, dan karena menguasai ilmu sanad maka ia digelari sebagai musnid.
Mengenai guru-gurunya itu, Habib Salim pernah berkata, “Aku telah berkumpul dan hadir di majelis mereka. Dan sesungguhnya majelis mereka menyerupai majelis para sahabat Rasulullah SAW dimana terdapat kekhusyukan, ketenangan dan kharisma mereka.” Adapun guru yang paling berkesan di hatinya ialah Habib Alwi bin Muhammad Alhaddad dan Habib Abubakar bin Muhammad Assegaf. Tentang mereka, Habib Salim pernah berkata, ”Cukuplah bagi kami mereka itu sebagai panutan dan suri tauladan.”
Pada 1940 ia hijrah ke Jakarta. Di sini selain membuka majelis taklim ia juga berdakwah ke berbagai daerah. Di masa perjuangan menjelang kemerdekaan, Habib Salim ikut serta membakar semangat para pejuang untuk berjihad melawan penjajah Belanda. Itu sebabnya ia pernah ditangkap, baik di masa penjajahan Jepang maupun ketika Belanda ingin kembali menjajah Indonesia seperti pada Aksi Polisionil I pada 1947 dan 1948.
Dalam tahanan penjajah, ia sering disiksa: dipukul, ditendang, disetrum. Namun, ia tetap tabah, pantang menyerah. Niatnya bukan hanya demi amar makruf nahi munkar, menentang kebatilan dan kemungkaran, tetapi juga demi kemerdekaan tanah airnya. Sebab, hubbul wathan minal iman – cinta tanah air adalah sebagian dari pada iman.

Kembali Berdakwah
Setelah Indonesia benar-benar aman, Habib Salim sama sekali tidak mempedulikan apakah perjuangannya demi kemerdekaan tanah air itu dihargai atau tidak. Ia ikhlas berjuang, kemudian kembali membuka majelis taklim yang diberi nama Qashar Al-Wafiddin. Ia juga kembalin berdakwah dan mengajar, baik di Jakarta, di beberapa daerah maupun di luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, Kamboja.
Ketika berdakwah di daerah-daerah itulah ia mengumpulkan data-data sejarah Islam. Dengan cermat dan tekun ia kumpulkan sejarah perkembangan Islam di Ternate, Maluku, Ambon, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Timor Timur, Pulau Roti, Sumatera, Pulau Jawa. Ia juga mendirikan sebuah perpustakaan bernama Al-Fakhriah.
Di masa itu Habib Salim juga dikenal sebagai ulama yang ahli dalam menjawab berbagai persoalan – yang kadang-kadang menjebak. Misalnya, suatu hari, ketika ia ditanya oleh seorang pendeta, ”Habib, yang lebih mulia itu yang masih hidup atau yang sudah mati?” Maka jawab Habib Salim, “Semua orang akan menjawab, yang hidup lebih mulia dari yang mati. Sebab yang mati sudah jadi bangkai.”
Lalu kata pendeta itu, “Kalau begitu Isa bin Maryam lebih mulia dari Muhammad bin Abdullah. Sebab, Muhammad sudah meninggal, sementara Isa -- menurut keyakinan Habib -- belum mati, masih hidup.”
“Kalau begitu berarti ibu saya lebih mulia dari Maryam. Sebab, Maryam sudah meninggal, sedang ibu saya masih hidup. Itu, dia ada di belakang,” jawab Habib Salim enteng. Mendengar jawaban diplomatis itu, si pendeta terbungkam seribu bahasa, lalu pamit pulang. Ketika itu banyak kaum Nasrani yang akhirnya memeluk Islam setelah bertukar pikiran dengan Habib Salim.
Habib Salim memang ahli berdebat dan orator ulung. Pendiriannya pun teguh. Sejak lama, jauh-jauh hari, ia sudah memperingatkan bahaya kerusakan moral akibat pornografi dan kemaksiatan. “Para wanita mestinya jangan membuka aurat mereka, karena hal ini merupakan penyakit yang disebut tabarruj, atau memamerkan aurat, yang bisa menyebar ke seluruh rumah kaum muslimin,” kata Habib Salim kala itu.
Ulama besar ini wafat di Jakarta pada 16 Rabiulawal 1389 (1 Juni 1969). Ketika itu ratusan ribu kaum muslimin dari berbagai pelosok datang bertakziah ke rumahnya di Jalan Otto Iskandar Dinata, Jakarta Timur. Iring-iringan para pelayat begitu panjang sampai ke Condet. Jasadnya dimakamkan di kompleks Masjid Alhawi, Condet, Jakarta Timur.
Almarhum meninggalkan dua putera, Habib Shalahudin dan Habib Novel yang juga sudah menyusul ayahandanya. Namun, dakwah mereka tetap diteruskan oleh anak keturunan mereka. Mereka, misalnya, membuka majelis taklim dan menggelar maulid (termasuk haul Habib Salim) di rumah peninggalan Habib Salim di Jalan Otto Iskandar Dinata.
Belakangan, nama perpustakaan Habib Salim, yaitu Al-Fachriyyah, diresmikan sebagai nama pondok pesantren yang didirikan oleh Habib Novel bin Salim di Ciledug, Tangerang. Kini pesantren tersebut diasuh oleh Habib Jindan bin Novel bin Salim dan Habib Ahmad bin Novel bin Salim – dua putra almarhum Habib Novel. “Sekarang ini sulit mendapatkan seorang ulama seperti jid (kakek) kami. Meski begitu, kami tetap mewarisi semangatnya dalam berdakwah di daerah-daerah yang sulit dijangkau,” kata Habib Ahmad, cucu Habib Salim bin Jindan.
Ada sebuah nasihat almarhum Habib Salim bin Jindan yang sampai sekarang tetap diingat oleh keturunan dan para jemaahnya, ialah pentingnya menjaga akhlak keluarga. ”Kewajiban kaum muslimin, khususnya orangtua untuk menasihati keluarga mereka, menjaga dan mendidik mereka, menjauhkan mereka dari orang-orang yang bisa merusak akhlak. Sebab, orangtua adalah wasilah (perantara) dalam menuntun anak-anak. Nasihat seorang ayah dan ibu lebih berpengaruh pada anak-anak dibanding nasehat orang lain.”

Disarikan dari Manakib Habib Salim bin Jindan karya Habib Ahmad bin Novel bin Salim oleh AST. Ft: AO & AST.

Geger di Twitter: Miyabi Meninggal



VIVAnews - Bintang film porno asal Jepang Maria Ozawa alias Miyabi kembali menjadi bahan perbincangan ramai di situs microblogging Twitter. Tetapi, yang jadi topik kali ini bukan soal perannya di film biru, melainkan tentang kabar bahwa artis panas ini meninggal dunia.

Banyak tweeter yang intensif membahas kabar ini. Salah satunya, misalnya berbunyi: "Pasti anak facebook belum tau gosip miyabi..."

Berita itu tentu saja menarik perhatian. Dan bahkan membuat beberapa orang bertanya-tanya benarkah wanita berdarah Perancis-Kanada itu telah meninggal dunia. Banyak yang terkejut dan tak yakin.

"Miyabi meninggal ya? Kapan? Kenapa?" Begitulah tanggapan tweep soal kabar mengejutkan ini.

Tampaknya, kabar itu hanya hoax semata. Pasalnya, artis yang sempat ramai dibicarakan di Indonesia terkait film 'Menculik Miyabi' itu masih aktif meng-update timeline di akun twitter-nya, @ozawazone.

Di twitter, Miyabi justru sedang sibuk membahas big match Liga Inggris semalam antara Liverpool dan Manchester United.

sumber VIVAnews

Jumat, 17 September 2010

Ibu Videokan Anak Hisap Ganja

Ibu Videokan Anak Hisap Ganja


Ohio: Jessica Gamble harus berurusan dengan polisi, karena merekam kegiatan putrinya yang berusia dua tahun saat menghisap ganja. "Tidak bisa dipercaya. Bagaimana bisa seorang ibu yang seharusnya melindungi anaknya melakukan hal ini," kata Joseph Deters, jaksa yang menangani kasus ini di Ohio, Amerika Serikat, Jumat (17/9).

Dalam video berdurasi 97 detik itu terlihat, seorang bocah menonton televisi sembari memegang "rokok" yang masih menyala. Bocah itu mengenakan rompi. Suara kanak-kanaknya kerap terdengar. Dan, ia juga berungkali menghisap dan mengeluarkan asap dari mulutnya.

"Jangan meniupnya...," kata Gamble, ibu sang bocah.

Sang bocah sempat menjauh dari arah televisi sambil tetap menghisap ganja itu. Sementara Gamble tertawa-tawa kecil dan berkata, "Ke sini...."

Ibu berusia 21 tahun itu akan dikenakan beberapa pasal dan terancam hukum 11 tahun penjara. Saat ini, sang bocah sang diurus kerabat Gamble.(telegraph/SHA)

liputan6.com

Madrid Beri Mourinho Lampu Hijau

, Lisbon: Kiprah Portugal di dua laga awal kualifikasi Euro 2012 Grup H sangat buruk. Tanpa diperkuat pemain bintangnya yang tengah dililit cedera, Cristiano Ronaldo, Seleccao das Quinas ditahan imbang 4-4 oleh tim lemah Siprus di laga perdana yang berlangsung di Estadio Afonso Henriques, Guimaraes, 3 September. Empat hari kemudian, Simao Sabrosa dkk dipecundangi Norwegia 0-1 di Ullevaal Stadion, Oslo.

Merahnya rapor Portugal tak lepas dari skorsing enam bulan yang didapat pelatih timnas Carlos Queiroz. Karenanya, Federasi Sepakbola Portugal (FPF) memecat Queiroz. Namun, sikap para petinggi FPF terbelah dua menyikapi sosok yang pantas untuk menggantikan Queiroz. Sebagian lebih memilih pelatih lokal, sementara yang lain berpikir Portugal pantas diaristeki pelatih berkaliber internasional.

Di sela-sela perbedaan pendapat itu, muncul kabar yang mengejutkan. FPF mencoba mendekati pelatih Real Madrid Jose Mourinho. Bukan untuk mencomot Mourinho dari Santiago Bernabeu. FPF hanya meminta bantuan Special One menjadi pelatih sementara timnas dalam dua laga kualifikasi Euro 2012 berikutnya yang dipandang sebagai penentu peluang Portugal melaju ke Polandia-Ukraina (Baca: Portugal Minta Bantuan Mourinho).

sumber yahoo

Selasa, 14 September 2010

Miss Australia, Jesinta Campbell Mengaku Disabotase


Miss Australia, Jesinta Campbell Mengaku Disabotase
Gelar Miss Universe yang dirasa prestius ini, ternyata mampu membuat beberapa kontestannya yang kesemuanya adalah para wanita anggun, sedikit berbuat 'nakal' untuk menjegal para saingannya dan pada akhirnya gelar Miss Universe 2010 jatuh di tangan.



Miss Australia, Jesinta Campbell (c)beautiesqueens.blogspot.com

Gelar Miss Universe yang dirasa prestius ini, ternyata mampu membuat beberapa kontestannya yang kesemuanya adalah para wanita anggun, sedikit berbuat 'nakal' untuk menjegal para saingannya dan pada akhirnya gelar Miss Universe 2010 jatuh di tangan.

Upaya penjegalan tersebut dialami oleh Miss Australia, Jesinta Campbell, yang juga menjadi runner up pada ajang pemilihan ratu sejagad ini. Ia meyakini salah satu kontestan melakukan niat buruk terhadapnya. Jesinta mengungkapkan bahwa ada salah satu pesaing yang sengaja menyelipkan sejumlah peniti di gaun yang akan dikenakan dara asal Australia itu. Peniti-peniti tersebut menusuk kulit punggungnya dan membuatnya meringis di saat ia harus berjalan di atas pangung pada kompetisi yang bulan lalu tersebut, sebagaimana dikutip ANTARA dari dailymail.co.uk.

Gaun bergaya flamengonya sempurna tanpa ia ketahui telah menjadi alat kejahatan pesaingnya yang cemburu itu. Sepanjang berlenggak-lenggok menggunakan busana nasional yang menarik itu, Jesinta merasakan tusukan benda-benda tajam tepat di punggungnya. "Aku mengenakan pakaian itu tepat saat akan maju ke panggung, kemudian tiba-tiba aku merasakan sesuatu menusuk punggungku. Sedangkan aku harus segera tampil, jadi aku tidak punya waktu untuk mengeceknya." ujar gadis manis ini. "Setelah selesai, aku segera melepas gaun itu dan menemukan sejumlah peniti sengaja disematkan di sana," imbuhnya.

"Sabotase ini agak kasar, tapi anda harus tertawa akan hal ini dan tidak menganggapnya terlalu serius. Malah ini memberikanku sebuah cerita untuk diceritakan saat pulang nanti," ujarnya sambil tersenyum. Kesempurnaan lahiriah dan intelektualitasnya menggiring Jesinta menggondol trofi runner up dan mengalahkan 82 kontestan negara lainnya. Betapa menyesalnya kontestan yang jail tersebut, karena bisa jadi berkat usaha jailnya tersebut Jesinta sukses menggondol trofi runner-up. (ant/dka)

sumber kapanlagi.com

Yamaha: Rossi Harus Hormati Kontrak


Yamaha: Rossi Harus Hormati Kontrak

MARSHALLnews - Bos Yamaha, Masao Furusawa, secara pribadi tidak ingin menghalangi keinginan Valentino Rossi untuk melakukan tes bersama Ducati di Sirkuit Valencia, 9 November 2010.

Rossi memang sudah sepakat bergabung dengan Ducati musim depan, namun juara dunia MotoGP enam kali ini baru bisa meninggalkan FIAT Yamaha di akhir tahun.

Padahal pihak Ducati sudah mempersiapkan tes untuk Rossi usai seri terakhir MotoGP musim ini di MotoGP Valencia, 9 November 2010 mendatang. Alhasil Rossi tidak bisa mengikuti tes tersebut.

Furusawa, yang menjadi salah satu kunci sukses Rossi selama di Yamaha, menegaskan secara pribadi dirinya mempersilakan The Doctor untuk melakukan tes bersama Ducati. Namun, Furusawa mengaku Rossi terbentur dengan masalah kontrak.

"Dari sisi kontrak, dia (Rossi) tidak diperbolehkan melakukan tes usai di Valencia. Ini bukan hanya soal Valentino dan Yamaha, kami punya banyak sponsor dan kontrak, jadi sangat sulit untuk meyakinkan semua pihak yang terlibat. Sulit untuk mengizinkan Valentino melakukan tes di Valencia," ujar Furusawa seperti dikutip MCN, Senin 13 September 2010.

"Saya pribadi, saya fans Valentino dan saya ingin melepas dia ke Ducati usai Valencia. Tapi, untuk saat ini saya tidak bisa mengatakan apa pun," tutup Furusawa.

sumber: vivanews

Dua Perakit Sukhoi Meninggal di Makassar

Dua Perakit Sukhoi Meninggal di Makassar

MARSHALLnews, MAKASSAR--Dua warga negara asing (WNA) asal Rusia yang tergabung dalam tim garansi (warranty) perakit pesawat Sukhoi meninggal dunia di Makassar. Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Hasanuddin Makassar Marsekal Pertama TNI Agus Supriatna di Makasssar, Senin, membenarkan adanya WNA asal Rusia yang meninggal dunia. "Mengenai kepastian meninggalnya itu belum bisa kita kabarkan karena masih dalam penyelidikan," ujarnya.

Menurut DIA, Kedua warga Rusia itu yakni Alexander dan Voronim. Keduanya merupakan tim "warranty" yang tinggal di mess Lanud Hasanuddin. Kedua warga Rusia yang meninggal itu tiba di Lanud Hasanuddin Makassar sejak Minggu (5/9). Keduanya masuk dalam tim "warranty" yang beranggotakan 12 orang, sedangkan tim lainnya yakni tim "assembly".

Ia mengungkapkan, dirinya mengetahui ada seorang anggota tim warranty yang meninggal dunia, yakni Alexander setelah anggota lainnya naik ke bus menuju Lanud Hasanuddin. Di atas bus itu, anggota yang mengabsen kemudian mengetahui jika salah seorang dari mereka belum naik ke bus sehingga tim lainnya mencarinya di kamar korban.

Setelah diperiksa di kamarnya, ditemukan Alexander meninggal dunia di bawah kolong tempat tidurnya kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit untuk diperiksa. Sedangkan Voronim meninggal dunia karena terkena serangan jantung setelah tim dokter melakukan pemeriksaan.

Danlanud mengaku jika dirinya sudah berkoordinasi dengan Mabes TNI AU dan juga Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia melaporkan adanya warga Rusia yang meninggal dunia tersebut. Ia juga meminta izin untuk pemeriksaan lebih lanjut (otopsi) kepada Dubes Rusia untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian kedua WNA Rusia tersebut. "Kita sudah koordinasi dengan Kedubes Rusia meminta izin pemeriksaan otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya," katanya.

Rencananya, lanjut Danlanud, kedua jenazah itu akan dijemput keluarganya dengan menggunakan pesawat Antonov dari Lanud Hasanuddin Makassar menuju Rusia.

Sebelumnya, para tim teknisi dari Rusia ini akan berada di Lanud Hasanuddin Makassar selama satu tahun untuk menyempurnakan pesawat tempur Sukhoi jenis SU-27 SKM dan SU-30 MK 2. Kedua pesawat tempur canggih itu akan memperkuat Skuadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin sebagai "home base" kedua pesawat tempur tersebut. Kedua pesawat itu merupakan buatan dari Komsomolsk Amure Arcraft Production Association Rusia.

sumber republika

ADIDAS BARCELONA CITY SERIES 2020

 ADIDAS BARCELONA CITY SERIES 2020 Seri Kota adidas pertama kali diluncurkan pada tahun 70-an dan 80-an dan kota-kota bersejarah di seluruh ...